Hosting yang Stabil Makin Banyak Dicari Perusahaan Startup

Hosting yang Stabil Makin Banyak Dicari Perusahaan Startup

Perusahaan startup merupakan perusahaan yang bermodal ide cemerlang dalam cara baru dan memiliki kemampuan teknis yang cukup tinggi. Umumnya mereka bergerak di bidang teknologi digital yang menyasar pada banyak bidang bisnis. Mereka membutuhkan hosting yang stabil untuk menempatkan sistem dan aplikasi yang akan digunakan banyak orang.

Hosting yang stabil memerlukan perangkat yang memiliki spesifikasi tinggi, seperti prosesor, hardisk, dan terutama memory. Banyak perusahaan startup pada awalnya menempatkan aplikasi mereka pada sebuah dedicated server. Namun begitu pengguna aplikasi membludak dari ribuan menjadi ratusan ribu pengguna, mereka segera mencari colocation server.

Hosting Yang Stabil untuk Perusahaan Startup

Seperti pada peserta lomba lari dan lomba balap motor, dimana start awal merupakan faktor penentu yang sangat penting. Perusahaan startup dengan sifat alami dari bisnis yang mereka geluti sangat membutuhkan dukungan teknologi yang dapat diandalkan pada fase permulaan. Sebuah hosting dimana aplikasi mereka diletakkan untuk dapat diakses ribuan orang, bukanlah perkara sederhana. Perusahaan startup biasanya telah mengetahui kebutuhan minimum dari server yang mereka butuhkan untuk dapat menampung kapasitas akses bersamaan hingga jumlah tertentu (existing concurrent users). Inilah yang menyebabkan para perusahaan startup banyak mencari hosting yang stabil. Bahkan mereka tidak peduli pada harga hosting yang ditawarkan, yang penting bagi mereka adalah syarat minimum yang harus terpenuhi.

Koneksi jaringan juga merupakan faktor penentu kestabilan hosting. Dengan ketersediaan koneksi dari beberapa operator fiber optik dapat lebih menjamin dan menentramkan para perusahaan startup. Walau namanya perusahaan startup, terkadang kebutuhan mereka akan hosting lebih besar dari perusahaan besar yang belum melakukan transformasi digital secara benar. Disnilah dapat kita lihat kenapa banyak perusahaan startup yang “melibas” perusahaan besar yang sudah berdiri lama. Faktor transformasi digital saat ini memang menjadi penentu dalam ketahanan bisnis dan keunggulan daya saing.

Ketika jumlah pengguna aplikasi meningkat hingga mencapai ratusan ribu pengguna, biasanya perusahaan startup telah mendapatkan dana yang cukup. Hosting dedicated server dalam kapasitas besar tentu biaya operasionalnya akan lebih tinggi. Mereka akan lebih hemat jika berpindah ke colocation server dimana seluruh kendali dapat mereka pegang sepenuhnya. Keleluasaan dalam memegang kendali merupakan hal yang sangat diperlukan untuk masuk ke tahap pengembangan selanjutnya.

Apa itu colocation server ?

Colocation server merupakan sebuah ruangan yang disewakan oleh penyedia fasilitas data center. Dimana seluruh infrastruktur teknologi informasi dan arsitektur bangunan secara khusus dirancang untuk ketahanan tingkat tinggi. Pada dasarnya dedicated hosting juga berada pada sebuah data center, namun kebanyakan penyedia dedicated hosting enggan membuka di data center mana server mereka ditempatkan. Hal tersebut merupakan pertanyaan sensitif karena merupakan “resep rahasia” mereka.

Sebuah data center akan lebih terbuka mengenai spesifikasi infrastruktur TI dan spesifikasi gedung mereka. Hal ini sangat diperlukan bagi perusahaan yang ingin sewa ruangan server di data center. Kegiatan sewa ruang server tersebut dikenal dengan istilah colocation server. Dimana penyewa membawa perangkat TI mereka sendiri, seperti server, switch, load balancer dan lain-lain. Selain menyediakan gedung dan ruangan yang dirancang khusus, sebuah data center juga menyediakan berbagai pilihan jaringan komunikasi data dan suara. Namun ada beberapa data center yang hanya memiliki satu pilihan operator jaringan komunikasi, biasanya data center tersebut dimiliki sendiri oleh operator jaringan tersebut.

Dengan memiliki berbagai jaringan komunikasi data, tentunya para penyewa data center lebih terjamin tingkat uptime nya. Ketersediaan akses tanpa downtime merupakan faktor penentu yang sangat penting ketika perusahaan startup mulai “digemari” oleh publik.

Untuk itu, pada awal bisnis perusahaan startup.. mereka mencari hosting yang stabil. Bagi anda para penyedia hosting hingga tingkat dedicated, sebaiknya anda berpindah ke colocation server pada data center Tier III yang memiliki SLA Uptime 99.99% hampir tanpa downtime. Disamping itu, anda juga perlu setup cloud infrastructure baik untuk operasional ke client hosting anda, maupun untuk backup dan recovery.

Harga Hosting v.s Harga Colocation Server

Untuk membandingkan mana yang lebih murah dan mahal antara dedicated hosting dan colocation server, ada hal prinsip yang perlu kita pahami. Dedicated hosting merupakan kepanjangan tangan dari penyedia colocation server. Dedicated hosting mengelola infrastruktur perangkat yang ditempatkan di data center. Penyedia dedicated hosting berurusan dengan pengelola data center sebagai pemilik ruangan colocation server.

Sehingga dapat dipahami bahwa penyedia dedicated hosting memiliki beban biaya operasional yang mereka akumulasikan dalam perhitungan harga pokok pendapatan mereka sebagai dasar harga hosting yang ditawarkan.

Perusahaan yang sudah mulai besar, mereka biasanya memiliki team infrastruktur teknologi informasi. Artinya, mereka memiliki ahli yang setara dengan  team operasional dan support yang berada pada penyedia dedicated hosting. Penyedia layanan dedicated hosting sebetulnya dapat tetap mempertahankan perusahaan startup bersama mereka, namun ini perlu dukungan yang solid pada pihak data center. Sehingga, perusahaan startup tersebut tetap mendapatkan kestabilan pada sistem aplikasi tanpa harus perlu pusing merekrut karyawan teknik IT. Dalam hal ini, para penyedia dedicated hosting harus dapat melentur dan bertransformasi menjadi jasa pengelolaan infrastruktur TI perusahaan startup tersebut.

Dalam Hal SEO Banyak Perusahaan Mengesampingkan Hal ini

Optimasi website perusahaan startup memang bukan menjadi prioritas mereka. Perusahaan startup kebanyakan mengandalkan kekuatan aplikasi, teknologi pendukungnya, serta pengembangan berkelanjutan (Devops). Ini juga dikarenakan kebanyakan mereka mengembangkan aplikasi mobile.

Sebetulnya tidak semua orang selalu melihat ke ponsel. Orang di perkantoran, pelajar yang sedang mencari informasi, mereka menggunakan desktop / notebook. SEO dapat meningkatkan konversi pengunjung website untuk mendownload aplikasi mobile yang dikembangkan.

Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan startup memanfaatkan seluruh saluran yang memungkinkan dapat mendorong perkembangan jumlah pengguna / subscriber. Jika tidak sempat atau belum ada karyawan khusus, Kiosmaya dapat anda andalkan dalam mengelola optimasi website dan kampanye digital untuk aplikasi anda. Kiosmaya menggabungkan “seni” SEO dengan iklan digital dibeberapa saluran untuk mendapatkan kinerja hasil terbaik bagi usaha anda.

Maju terus startup Indonesia, jangan salah pilih hosting di luar negeri sementara pelanggan anda berada di Indonesia. Network latency merupakan faktor penghalang terbesar, dimana koneksi internet Indonesia masih cukup mahal bagi sebagian besar kalangan. Inilah yang mendorong Edge computing akan menjadi trend di tahun 2017 melebihi cloud computing.

SEO enthusiast, Trainer, Praktisi Pemasaran Online, Penulis buku “Strategi Sukses Jualan Online”, Gemstone Investor.

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *