Pekerjan di perkantoran juga banyak yang sekarang ini sudah menjalankan bisnis online. Mereka sembari WFH tentunya. Pertama, semangat bertahan mereka membuat bisnis mereka tersebar di saluran sosmed dan social chat seperti whatsapp story, banyak datangnya penjualan.

Namun setelah setahun COVID-19, bisnis tersebut mulai surut. Ini karena suatu hal selalu ada titik jenuhnya, oleh karena itu setiap bisnis membutuhkan improvement atau peningkatan.

Berikut merupakan penjelasan cara menjalankan bisnis online agar menjadi tahan lama, bahkan penghasilannya dapat mengalahkan pekerjaan utama Anda, mudah-mudahan.

10 Langkah Cara Menjalankan Bisnis Online Agar Meningkat

Untuk dapat tetap bertahan, suatu bisnis harus dapat beradaptasi dalam setiap peruabahan. Seperti kita lihat pada era pandemi COVID-19, pergeseran perilaku masyarakat sudah lebih ke saluran digital. Ini artinya, bisnis online memiliki peluang yang sangat besar dan terus meningkat.

Perhatikan cara ini, langkah demi langkah dan lengkapi yang belum dilakukan pada bisnis Anda.

1. Analisa Peluang, Pasar, dan Kelayakan Bisnis

Setiap bisnis, idealnya memiliki kelayakan dalam mencapai tujuannya. Hal mendasar seperti ini memang kadang sekilas saja atau terlampaui oleh bisnis rumahan, langsung tancap gas goes to market.

Agar segala daya upaya yang Anda kerahkan tidak menjadi sia-sia, sebaiknya analisa dulu peluang dan pasar dari bisnis atau produk yang akan Anda jual.

Misal Anda bisnis alat kesehatan, ini bisa dengan menggunakan analisa sederhana, seperti mencari berapa kebutuhan APD per bulan, dan barang apa saja yang dibutuhkan.

Setelah itu, Anda dapat lakukan kali hitung bagi untuk kelayakan bisnis yang sesuai dengan modal awal Anda.

2. Tentukan Target

Target disini dapat berarti buyer, lokasi mereka, bagaimana cara mereka ambil keputusan. Semua ini harus dapat dijabarkan oleh bisnis secara jelas dan rinci. Tujuannya agar supaya dapat membuat strategi dan action plan. 

Misal, Anda jualan Frozen Food dan dapat supplier langsung dari pabrik. Dalam hal ini, sebagai distributor, target Anda adalah reseller atau agen, disamping menjual secara retail di website toko online Anda ataupun di marketplace. 

3. Rancang Strategi

Setelah memiliki kejelasan target, maka Anda dapat mulai merancang strategi yang utamanya berada di saluran digital.

Tentu administrasi bisnis dan hal-hal offline lainnya juga perlu Anda setu-up. Cukup pergunakan spreadsheet saja, dan alat produktivitas online seperti Trello, Mondaydot com, dan sebagainya.

Strategi digital dapat dimulai dengan membuat website, e-commerce dan pengembangan selanjutnya (continuous improvement). Ini akan menjadi pusat atau pangkalan Anda dalam melakukan bisnis online.

Strategi harus diperinci dengan taktik dan sebuah jadwal action plan . Strategi akan selalu berubah seiring dengan dinamika yang ada.

4. Buatlah Website

Kesalahan umum pada bisnis online adalah tidak memiliki website. Blas, hanya andalkan media sosial saja. Tanpa website, kita tidak bisa melacak kesalahan atau jalur sukses di saluran digital.

Website harus mendukung SEO dan pengalaman pengunjung atau calon konsumen. Tampilan website juga harus menarik, tidak kaku, sesuai zaman, dan mobil responsive.

Banyak kriteria untuk syarat website yang berkualitas, yang dapat Anda andalkan dalam digital marketing.  Namun jika Anda membuat website di KiosMaya.Com hal tersebut sudah tidak menjadi masalah lagi. 

5. Aktif di Sosial Media

Satu hal tentang sosial media yang harus kita ingat adalah sebagai tempat bersosial. Ini artinya harus cari pendekatan yang tepat untuk mengantarkan bisnis Anda semakin dikenal dan dipilih oleh banyak orang. 

Inti kehadiran bisnis di sosial media adalah untuk branding dan lebih dekat dengan para pelanggan. Misal Anda memiliki bisnis kuliner, maka seluruh komplen dapat Anda tampung di Direct Message (DM, Inbox). Ini dapat mencegah konsumen yang kecewa memberikan rating atau negative review di situs-situs review. 

6. Hadir di Marketplace

Marketplace di Indonesia memiliki puluhan pengunjung yang aktif. Akan tetapi tidak semua bisnis dapat mencicipi “manisnya” jualan di marketplace, ini lingkungan yang berbeda memang.

Akan tetapi, sebaiknya bisnis Anda tetap hadir di marketplace. Anda dapat menggunakan marketplace sebagai sarana transaksi untuk para calon pelanggan yang masih belum nyaman bertransaksi dengan Anda secara online.

7. Iklan Berbayar

Berdasar pengalaman kami sendiri, Client, dan beberapa survey di dunia, menemukan bahwa biaya digital marketing sebesar 2.5% hingga 5% dari total pendapatan atau target income.

Pada kenyataannya, setiap bisnis berlomba untuk dapat tampil di hasil pencarian halaman pertama google. Bahkan Anda memasang iklan di Google pun, belum tentu iklan Anda tampil di halaman pertama google paling atas.

Oleh karena itu, sebuah website yang optimized dan berkualitas, akan sangat dibutuhkan dalam promosi online Anda.

Tujuan iklan berbayar adalah untuk menjangkau pemirsa sesuai target. Mulai dari menarik perhatian mereka, mengajak mereka mempertimbangkan, hingga pada akhirnya memberikan penawaran menarik yang sulit ditolak.

Bisnis online tanpa iklan berbayar akan lebih lama menghasilkan dan berkembang, dibanding bisnis yang memanfaatkan SEO dan juga iklan berbayar untuk tampil paling depan di mesin pencari.

8. Monitoring dan Analytics

Seluruh aktivitas bisnis online harus dapat diketahui. Alat online seperti Google Analytics dapat Anda gunakan untuk melihat perkembangan aktivitas bisnis online Anda.

Mulai dari banyaknya pengunjung, produk apa saja yang paling banyak dilihat oleh para pengunjung website hingga konversi penjualan.

Dengan demikian, Bisnis Online Anda dapat diukur kinerjanya dan Anda mendapat pertimbangan yang lebih exact untuk bisnis Anda.

9. Sesuaikan

Dalam menjalankan bisnis online, bisnis tersebut harus Anda review setiap bulan. Hasil monitoring dan analytics dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan.

Penyesuaian dapat Anda lakukan ketika menemui suatu hal yang tidak membawa pegaruh dan dampak positif pada bisnis.

Misal, di Google Analytics Anda menemukan bahwa Pinterest lebih mendatangkan pengunjung website yang berkualitas. Akhirnya Anda dapat mengetahui kemana alokasi dana pemasaran online akan Anda tempatkan.

10. Konsistensi dan Inovasi

Point terakhir ini membutuhkan passion dan profesionalisme. Ketika Anda ingin bisnis online yang dijalankan dapat berkembang maka Anda harus memiliki komitmen dan displin dalam menjalankan bisnis online tersebut. 

Sisa hasil usaha dapat Anda gunakan untuk membentuk suatu badan usaha dan kemudian mulai bermain dari proyek ke proyek untuk meningkatkan jumlah penjualan Anda.

Inovasi terus-menerus dapat mencegah kejenuhan. Ini tentu harus dilakkan jika Anda ingin bisnis online Anda dapat terus bertahan dan berkembang.

Dengan menerapkan 10 langkah di atas dalam menjalankan bisnis online, Anda sudah berada on-track.

Terus ikuti perkembangan dan pelajari apa yang dapat menjadi peluang dan hambatan. Temukan selalu solusi dengan lebih cepat dan melakukan inovasi.

Semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat untuk UMKM di seluruh Indonesia.

Pin It on Pinterest

Share This