5 Kesalahan Pemasaran Digital Teratas yang Harus Dihindari

Agu 21, 2019 | Digital Marketing

Pemasaran digital sangat penting untuk menghasilkan orderan ataupun prospek. Ini karena sangat efektif, terukur, dan hemat biaya. Beberapa kesalahan pemasaran digital dapat terjadi karena salah persepsi dan bahkan salah mengartikan istilah-istilah yang ada disamping tidak adanya strategi yang jelas.

5 Kesalahan Pemasaran Digital Teratas yang Harus Dihindari

Saat Anda meninjau dan meningkatkan upaya digital Anda, atau ketika Anda mulai berpikir tentang berinvestasi lebih banyak dalam strategi digital Anda, luangkan waktu sejenak untuk memastikan bahwa area masalah ini tidak mengganggu kerja keras Anda.

Kebingungan antara delivery dengan strategi digital

Rencana pemasaran digital Anda (bagaimana Anda akan mengirimkan konten, kepada siapa, dan bagaimana) perlu didasarkan pada tujuan yang jelas.

  • Apakah Anda ingin “mendidik” kepercayaan pelanggan dan pembeli tertentu tentang produk Anda?
  • Apakah Anda mencoba menarik mereka ke situs web Anda?
  • Apakah Anda ingin menghasilkan lebih banyak arahan dari iklan online berbayar atau upaya pemasaran konten?
  • Atau Anda ingin mendapatkan alamat email seseorang atau informasi lain untuk upaya pemasaran?

Banyak pemasar digital fokus pada pengiriman pesan digital yang lebih sering, daripada berfokus pada apa yang harus mereka sampaikan sesuai dengan urutan corong pemasaran.

Corong pemasaran merupakan visualisasi dari inbound marketing. Inbound marketing merupakan konsep dan strategi dalam mengadaptasikan pemasaran digital agar sesuai dengan pola perilaku konsumen online. Perilaku konsumen online sangat berbeda, mereka akan mencari perbandingan sebelum mengambil keputusan.

Jadi, kesalahan pemasaran digital ini terjadi jika Anda tidak memahami perilaku konsumen online, alias mindset Anda masih tradisional dan hanya berusaha hadir di jalur digital. Branding memang penting, akan tetapi mengkonversi pemirsa menjadi pembeli merupakan “seni dalam pemasaran digital” yang harus segera para praktisi dan pemilik bisnis pahami.

Dan yang lebih parah lagi, jika website landing page untuk brand Anda tidak difungsikan secara maksimal. Maksudnya, seperti hadir dalam ratusan kata kunci yang relevan untuk produk Anda. Branding di Search Engine kedepannya akan mulai disadari oleh banyak pihak sebagai hal yang lebih penting ketimbang aktivasi di sosial media.

Tips: Miliki rencana sebelum bertindak. Menetapkan tujuan akan menentukan di mana Anda harus memfokuskan upaya dan mencegah membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak mendukung tujuan.

Tidak berbagi data antara pemasaran dan penjualan

Pemasaran dan penjualan masih beroperasi dalam ruang hampa meskipun ada alat luar biasa yang tersedia saat ini untuk membantu mereka berbagi data.

Misalnya, pemasaran menghasilkan pesan promosi untuk mendapatkan prospek ke situs web perusahaan. Tetapi penjualan tidak tahu halaman web apa yang dikunjungi calon pelanggan sebelum mengangkat telepon.

Ketika seorang tenaga penjualan memanggil calon pelanggan, mereka tidak membagikan catatan mereka dengan pemasaran untuk membantu pemasaran memahami lebih banyak tentang pelanggan. Ini merupakan kesalahan pemasaran digital yang sangat umum terjadi di Indonesia.

Tips: Intelijen penjualan dan pemasaran dapat dibagikan dengan mudah di seluruh pemasaran dan penjualan dengan CRM. Secara simple, Anda pun dapat membuat dalam sebuah format tabel excel. Masalahnya adalah, seringkali sales sangat enggan meng-update status pada tabel bersama bagian pemasaran. Ini memang membutuhkan penyampaian yang jelas dan kedisiplinan dari waktu ke waktu.

Lupa mengutamakan pelanggan

Semua upaya pemasaran yang solid dimulai dengan profil yang jelas tentang siapa pelanggan dan pembeli utama Anda. Jika ada pembeli lain yang Anda tahu memiliki kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh produk atau solusi Anda, selidiki. Pahami mereka. Tanamkan ke dalam benak mereka. Buat konten untuk mereka seolah-olah mereka ada di sana, duduk bersama Anda, menunggu untuk melihatnya.

Anda juga ingin mempertimbangkan influencer, yang sangat penting untuk perjalanan pembelian B2B. Mengetahui kebutuhan mereka akan membantu pemasaran dan penjualan.

Tips: Lakukan riset pelanggan, petakan konten, dan aset lainnya untuk mempersingkat perjalanan pembeli.

Menjual pelanggan dengan cara Anda alih-alih memenuhi kebutuhan mereka

Ketika Anda meneliti pembeli dan pelanggan, dan Anda memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang mereka butuhkan, pastikan untuk meneliti bagaimana mereka biasanya memenuhi kebutuhan tersebut. Hanya karena perusahaan Anda beroperasi di ceruk kecil bukan berarti Anda tidak memiliki persaingan. Ada alternatif yang cocok untuk produk atau layanan Anda, termasuk tidak membuat keputusan pembelian sama sekali.

Bagaimana Anda dapat mempengaruhi pembeli potensial untuk mempertimbangkan solusi Anda?

Anda juga harus mempertimbangkan bagaimana pesan Anda akan menjangkau sasaran dengan sebaik-baiknya. Apakah mereka menginginkan:

  • informasi dalam format blog atau format video?
  • Formulir yang dapat dicetak yang dapat mereka bagikan dengan pembuat keputusan?

Dalam pemasaran digital, adalah mungkin bagi Anda untuk mengetahui hal ini dengan mensurvei mereka, menanyakannya, dan membuat catatan terperinci selama proses penjualan. Anda juga dapat mengetahui apakah pemasaran online berfungsi untuk pesaing Anda. Lakukan hal ini, jika Anda ingin menghindari kesalahan pemasaran digital yang akut.

Tips: Pelanggan Anda mengendalikan proses penjualan. Mereka melakukan riset online, jadi bantu pelanggan dan tim penjualan Anda dengan memberi mereka informasi bermanfaat dalam berbagai format.

Tidak mengambil waktu untuk melacak kemajuan Anda

Dalam kesibukan sehari-hari, mungkin sulit menemukan waktu untuk berhenti dan mengevaluasi kemajuan. Tetapi Anda harus secara teratur. Jadi apa yang harus Anda ukur?

Kembali ke sasaran inbound Anda. Ini akan menjelaskan metrik jenis apa yang paling bermakna. Apakah tujuan Anda:

  • untuk menghasilkan lalu lintas ke situs web Anda?
  • meningkatkan arahan dari situs web Anda?
  • mendapatkan lebih banyak pelanggan email?

Kemudian pastikan untuk mengukur metrik yang terkait dengannya.

Misalnya, jika sasaran inbound Anda adalah untuk meningkatkan rasio pengunjung-ke-prospek di situs web Anda sebesar 15% pada akhir tahun depan, maka Anda tidak hanya harus mengutak-atik desain dan konten di situs web Anda, tetapi Anda juga harus mengukur tingkat konversi.

Banyak kepala pemasaran dan bahkan konsultan pemasaran digital yang belum memahami ini. Ini merupakan suatu kesalahan pemasaran digital yang kalau boleh Saya katakan adalah sangat parah dan berbahaya.

Tips: Selalu ikat kinerja Anda kembali ke sasaran inbound Anda setiap bulan. Dengan melihat kemajuan ke sasaran bulanan, Anda akan dapat dengan cepat membuat penyesuaian dan tindakan yang benar jika semuanya keluar jalur.

Dampak Dari Kesalahan Pemasaran Digital

Anomali dan paradoks akan selalu terjadi pada perusahaan yang tidak menerapkan strategi digital marketing yang jelas dan terukur.

Saat ini, mungkin sudah mulai banyak praktisi dan agensi periklanan yang memahami metrik kinerja untuk masing-masing stage pada konsep inbound marketing. Akan tetapi, strategi inbound marketing tersebut belum dijalankan sepenuhnya.

Kesalahan pemasaran digital tanpa strategi inbound dapat mengakibatkan perusahaan mengalami penurunan penjualan. Dan ter-disrupt oleh para startup atau perusahaan baru yang menjalankan konsep inbound marketing.

Pada akhirnya, alih-alih menghemat biaya pemasaran, perusahaan hanya memboroskan anggaran untuk sekedar mendapatkan konten kreatif dan penyebaran. Sedangkan inti dari pemasaran digital adalah untuk mengubah pemirsa menjadi pelanggan. Ini sangat berbahaya dan mengerikan.

Dengan memahami potensi jebakan pada kesalahan pemasaran digital tersebut, Anda akan tetap berada di jalur menuju kesuksesan pemasaran digital!

Kenapa Website dan S.E.O Semakin Dibutuhkan untuk Branding?

Kenapa Website dan S.E.O Semakin Dibutuhkan untuk Branding?

Tak kenal maka tak sayang, no trust maka no deal, merupakan falsafah yang populer dalam bisnis. Branding bertujuan agar produk atau bisnis dikenal baik oleh para calon pembeli. Di era digital sekarang ini, Website dan S.E.O semakin menempati prioritas untuk mereka...

Pengalaman Menarik Digital Marketing KiosMaya 2023-2024

Pengalaman Menarik Digital Marketing KiosMaya 2023-2024

Sepanjang tahun 2023 hingga tahun 2024 ini, ada beberapa pengalaman menarik yang semoga dapat menambah wawasan para praktisi digital marketing di Indonesia. Beberapa Pengalaman Menarik Digital Marketing KiosMaya Setelah beberapa tahun meneliti grafik di Google Search...

Apa Target Menggunakan SEO Untuk Organik Traffic Saja?

Apa Target Menggunakan SEO Untuk Organik Traffic Saja?

Mungkin Anda tidak jarang mendengar kata SEO. Kepanjangannya search engine optimization, merupakan cara untuk meledakkan traffic dengan menjadikan situs bisa nangkring di halaman dan rangking pertama mesin pencari. Target menggunakan SEO itu sendiri sangat beragam....

Pilih WordPress atau Laravel untuk Website Perusahaan?

Pilih WordPress atau Laravel untuk Website Perusahaan?

Wordpress dan Laravel merupakan platform yang berguna untuk membangun website. Saat ini, pengguna Laravel terus meningkat karena kemampuannya yang melebih Wordpress. Masalahnya, kurang tepatnya pemilihan platform website antara Wordpress atau Laravel dapat...

Memahami Perubahan Pola Perilaku Konsumen di Era Digital

Memahami Perubahan Pola Perilaku Konsumen di Era Digital

Di era transaksi online yang semakin berubah secara eksponensial ini, sangat penting untuk memahami pola perilaku konsumen yang terus mengalami perubahan. Dalam artikel kali ini, kami akan menjelaskan kaitannya dengan digital marketing dan tujuan dari memahami...

Struktur Iklan yang Efektif di Era Digital Seperti Apa?

Struktur Iklan yang Efektif di Era Digital Seperti Apa?

Apakah Anda pernah merasa iklan online Anda terasa kacau dan tak teratur? Apakah pesan iklan Anda tercecer di mana-mana tanpa arah yang jelas? Jika ya, inilah saatnya untuk memahami betapa pentingnya "struktur iklan yang efektif di era digital." Dalam konteks...

Pin It on Pinterest

Share This