Di era digital sekarang ini, pusat perbelanjaan bersaing dengan e-marketplace. Ini merupakan tantangan sekaligus peluang yang jika dipahami akan memberikan hal yang positif baik untuk building management maupun untuk para tenant.

Sebagai praktisi dalam dunia digital marketing dengan beberapa Client yang berada di pusat perbelanjaan, kami sering melakukan promosi Online to Offline. Pemasaran digital yang satu ini bertujuan untuk mengarahkan pemirsa di sekitar lokasi pusat perbelanjaan untuk datang ke lokasi bisnis Client.

Tentu dengan pemasaran online to offline tersebut ada keuntungan untuk pusat perbelanjaan itu sendiri. Disini kami melihat adanya peluang bagi building management untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Pusat Perbelanjaan di Era Digital

Seperti yang kita ketahui, di era digital yang memudahkan para konsumen dalam mendapatkan kebutuhan telah membuat banyak pusat perbelanjaan kehilangan pengunjung secara signifikan.

Sebagai contoh, pada grafis di bawah ini dapat kita lihat bahwa sudah sangat sedikit orang yang mencari tentan “Pusat Perbelanjaan Manga Dua” atau “Pusat Belanja Mangga Dua”

menurunnya pencarian mangga dua

Hal tersebut mengindikasikan adanya perubahan perilaku konsumen yang sangat kuat. Nasib pusat perbelanjaan di era digital memang sedang mengalami disrupsi dari teknologi digital.

Lantas, berapa banyak orang yang mencari tentang “pusat perbelanjaan” atau “mall” di mesin pencari Google ? 

Kami telah melakukan sedikit penelusuran. Hasilnya per bulan hanya mencapai ratusan ribu hingga 1 juta pencarian saja per bulan untuk skala nasional. 

frekuensi pencarian mall di google

Dari 1 juta pencarian di seluruh Indonesia tersebut lantas dibagi ke beberapa mall seperti Gandaria City, Blok M Plaza, Mall Taman Anggrek, Senayan City, dan Pakuwon Mall. Sisanya dibagi ke mall lainnya dengan frekuensi pencarian per bulan antara ratusan sampai ribuan pencarian saja.

Sebuah Mall .. tidak selalu hanya sebagai sarana penjualan bagi para tenant, terkadang untuk brand besar.. Mall adalah tempat untuk brandig. Maka sudah sepantasnya Mall atau Pusat Perbelanjaan di Indonesia meningkatkan Recall dan Lifting di jalur digital.

Transformasi digital menumbuhkan e-marketplace seperti Tokopedia dan Shopee yang mendisrupsi penjualan produk di Mall. Digital marketing merupakan bagian tidak terpisahkan dari transformasi digital secara keseluruhan. 

Oleh karena itu, kami sarankan agar para CEO mulai memahami pengukuran kinerja dari upaya digital marketing yang dilakukan oleh departemen pemasarannya.

Bagaimana Pengelola Mall Dapat Mengatasi Hal ini?

Seperti yang kita ketahui, saat ini Mall di Jakarta juga menghadapi “serangan dahsyat” dari online marketplace. Disrupsi teknologi di era digital ini telah membuat pergeseran dalam cara orang membeli barang.

Sekarang banyak orang yang melihat barang di Mall dan membelinya di online marketplace. Ini merupakan tantangan yang sangat jelas bagi pihak pengelola Mall.

Lantas.. bagaimana sebuah pusat perbelanjaan dapat mengubah tantangan tersebut menjadi peluang? 

Namun jika kita perhatikan lagi, saat ini mall lebih banyak dipenuhi oleh orang-orang yang menghabiskan waktu untuk makan di Restoran, belanja kebutuhan sehari-hari di Hypermart, ataupun untuk sekedar hangout di Cafe. Ini masih menjadi kebiasaan masyarakat terutama di Jakarta yang belum ter-disrupsi oleh teknologi digital.

Berapa banyak mall di Jakarta yang memiliki akun di IG dan FB akan tetapi minim engagement?. Anda dapat segera mengetahuinya dengan memasukkan nama Mall tersebut di kotak pencarian di Instagram. Sebetulnya, media sosial dapat menjadi alat untuk mengarahkan pemirsa datang ke Mall.

Walaupun pada awalnya pengunjung yang datang hanya untuk makan dan minum, namun tentunya akan ada juga yang beli pakaian, sepatu dan sebagainya.

Pihak manajemen gedung pusat perbelanjaan, terutama divisi marketing harus mampu memahami hal ini dengan baik. Misal, dengan menawarkan bantuan promosi di saluran digital bagi para tenant maka akan terdapat win-win solution antara tenant dan pihak building management.

Win-Win Solution Antara Tenant dan Building Management

Untuk menghadapi tantangan yang semakin besar di era digital, pihak Building Management tentu harus melibatkan pemasaran digital. Ini karena pemasaran digital merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi digital secara keseluruhan.

Sebagai langkah awal, pihak building management Mall dapat memberikan uji coba gratis. Semisal dengan memberikan fasilitas promosi gratis di akun Mall tersebut.

Caranya cukup simple:

  1. Kumpulkan beberapa tenant yang tepat waktu dalam membayar sewa toko.
  2. Berikan promosi gratis di akun FB/IG Mall Anda.
  3. Amplifikasi dengan beriklan di Facebook (Fyi, IG Ads juga dilakukan di FB ads manager).

Para manager pemasaran di building management tidak perlu khawatir jika follower Anda puluhan ribu namun jangkauan dan likes masih sangat sedikit. Karena dalam digital marketing, jumlah follower sudah bukan menjadi patokan lagi. Justru agak aneh jika follower IG Anda puluhan ribu akan tetapi yang likes hanya puluhan.

Tentu lama kelamaan baik pemirsa maupun tenant Anda akan memperhatikan jumlah follower dan likes pada akun IG Mall Anda. Jika ini tidak diatasi sekarang juga, maka orang akan kehilangan kepercayaan terhadap mall Anda dalam banyak aspek. Artinya, tantangan Anda akan semakin berat sebagai manajer pemasaran di building management Mall tersebut.

Setelah promosi gratis via medsos Anda berikan kepada tenant, selanjutnya Anda dapat membebankan biaya promosi tambahan kepada tenant. Akan tetapi Anda harus batasi per tenant hanya dapat promosi 1 kali dalam sebulan. Oleh karena itu, terapkan biaya yang tepat, misalnya Rp. 1 juta per bulan atau 10 juta per tahun.

Dan Anda harus batasi per bulan hanya untuk ratusan tenant saja, mengingat tenant di mall dapat berjumlah ribuan. Dan ini sangat penting untuk memberikan ruang kepada postingan untuk Acara di Mall setiap harinya. Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan informasi mengenai hal ini lebih lanjut.

Iklan di Facebook atau Instagram dapa di arahkan untuk meningkatkan Brand Recall terhadap Mall Anda. Dengan demikian, selain memberikan keuntungan kepada tenant, pihak building management pun dapat memenangkan persaingan dengan mall lainnya.

Kedepannya .. para tenant akan mempertimbangkan untuk memilih Mall yang peduli dengan promosi di media sosial dan berpihak pada tenant. Segera antisipasi dari sekarang juga .. 

Bekerjasama Dengan KiosMaya

KiosMaya dapat membantu Anda dalam memperluas jangkauan informasi dan keterlibatan pemirsa di sosial media. Dengan penargetan yang tepat, Anda akan mendapatkan hasil yang lebih optimal dan kinerja yang terukur. Disamping itu, kami juga memiliki team desain grafis kelas dunia yang dapat diandalkan untuk re-branding bisnis para tenant Anda.

KiosMaya akan menargetkan postingan Anda di IG atau FB dan berikan laporan hasil kinerja iklan tersebut. Penargetan setiap tenant mungkin berbeda-beda secara demografi dan minat, akan tetapi secara geografis tetap dalam radius beberapa kilometer dari Pusat Perbelanjaan Anda.

Dengan KiosMaya, jumlah likes postingan Anda dapat mencapai lebih dari ratusan likes, video dapat lebih dari ribuan views. Tentu hal ini dapat meningkatkan kepercayaan publik dan tenant terhadap Mall Anda.

Dengan biaya Rp. 1 juta per bulan untuk 1 posting per tenant, maka postingan di Instagram tersebut dapat:

  • Menjangkau lebih dari 30.000 pemirsa secara ter-target.
  • Mendapat likes lebih dari 300 likes per post, atau
  • Mendapatkan video views lebih dari 10.000 views.

Selain itu, kami akan melakukan riset hashtag agar postingan akun IG Mall Anda dapat hadir di berapa top post hashtags. Ini merupakan salah satu strategi yang penting untuk diterapkan. Penargetan merupakan kunci dari keberhasilan program ini.

Transformasi digital hendaknya tidak dipandang sebagai ancaman saja, akan tetapi rangkul dan dapatkan peluangnya. Segera rubah mindset konvensional Anda sebelum terlambat. 

Silahkan isi formulir di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut ide dan solusi yang dapat kami berikan untuk Pusat Perbelanjaan Anda.

Fomulir Online 2 Offline Marketing

1 + 7 =

Pin It on Pinterest

Share This