Memasarkan bisnis kuliner offline merupakan salah satu bidang pekerjaan dari online to offline marketing (O2O Marketing™). Kali ini kami akan membahas mengenai cara memasarkan kuliner bakso rasa original melalui O2O marketing.

Bisnis bakso yang kita kenal sebagai bisnis tradisional melalui gerobak atau di tempat yang seadaanya, kini sudah semakin berubah.

Banyak bisnis bakso kekinian yang muncul di Jakarta dalam beberapa bulan ini. Mulai dari bakso rusuk, bakso jumbo, bakso beranak, hingga bakso keju.

Seperti yang kita ketahui bahwa jajanan bakso adalah seputar bakso urat, bakso telur dan bakso tahu. Yang membedakan dari bisnis ini selain rasa adalah tempat atau suasana.

Memasarkan Kuliner Bakso Dengan Online to Offline Marketing

Memang dalam era digital sekarang ini inovasi menjadi faktor penentu persaingan di pasar. Inovasi dapat meningkatkan daya saing bisnis. Seperti pada bisnis bakso, inovasi ini tidak hanya pada cara memasarkan kuliner bakso itu saja, akan tetapi dengan serangkaian eksperimen menu yang cocok untuk millennials.

Seperti Bakso Boedjangan di Pasar Festival, Rasuna Said, yang menawarkan bakso aci dan bakso keju. Mereka sangat paham bahwa para millennials dari kecil sudah dibiasakan memakan keju oleh orang tua mereka.

Padahal jika kita pikir, apa enaknya bakso dicampur dengan keju? kenapa tidak dengan rendang?. Namun itulah perilaku konsumen saat ini yang “dikuasai” oleh para millennials. Bakso Boedjangan sukses membuat lokasinya ramai dengan melakukan promosi di Instagram dan juga membuat website yang menarik.

Dari hal tersebut, kita dapat memahami bahwa selain menawarkan pengalaman makan bakso jenis baru, tetap kita harus melakukan social media activation secara terarah dan memiliki website.

Namun tidak sampai disitu sebenarnya, untuk efektif memasarkan usaha kuliner offline, kita harus melakukan serangkaian aktivitas digital marketing. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan dalam online to offline marketing:

  1. Memiliki website yang memenuhi syarat untuk SEO dan Digital Marketing. Silahkan baca mengenai syarat dan kualitas sebuah website yang kami tulis di domain lainnya.
  2. Aktivitasi di Instagram (untuk target usia 18 sampai 25 tahun) dan di Facebook dalam bentuk Fan Page (untuk target usia 25 sampai 45 tahun).
  3. Mendaftarkan bisnis pada Google Local Business yang akan muncul di Google Maps.
  4. Melakukan penambahan konten baik di website, di blog dan domain website lainnya, serta di platform review kuliner.
  5. Melakukan distribusi informasi secara terarah, berdasarkan target pemirsa yang paling memungkinkan untuk bisnis Anda.

Pada point ke 5, hal tersebut dapat berupa press release ataupun iklan berbayar di Facebook dan Instagram. Ini akan melibatkan keahlian dalam menargetkan dan melakukan A/B testing untuk dapat efektif.

Lakukan Secara Bertahap (Terstruktur)

Selain konten di FB dan IG yang diarahkan secara bertahap untuk mengarahkan pemirsa. Hal ini dinamakan inbound marketing, dengan mempengaruhi pemirsa dari “Oh” (awareness) menjadi “Oh ya?” (Call to Action).

Kenapa harus bertahap? baiklah kami akan jelaskan sedikit mengenai pola perilaku konsumen online. Perilaku mereka tidak sama dengan konsumen offline. Dalam hal online to offline marketing, artinya kita ingin mempengaruhi konsumen online untuk datang ke lokasi offline kita.

Pola Perilaku Konsumen Online

Perjalanan konsumen online dalam mengambil keputusan ada 4 tahap:

  1. Mengetahui Informasi. Mereka hanya akan merespon “oh” pada umumnya. Kemudian mereka akan melanjutkan aktivitas online-nya, sementara itu juga informasi dari bisnis lainnya terlihat oleh mereka. Pada tahap ini, hanya brand bisnis Anda saja yang sampai pada mereka.
  2. Ketika mereka tertarik. Ketika mereka tertarik, mereka akan mencari informasi lebih banyak. Baik masuk ke link website yang ada pada post FB dan IG, maupun Googling. Pada tahap ini, pemirsa tersebut sudah mengetahui apa yang bisnis Anda tawarkan.
  3. Pengambilan keputusan. Sebelum melakukan pengambilan keputusan, netizen akan mencari referensi atau ulasan kuliner di tempat lain. 85% pemirsa online akan memutuskan membeli setelah mendapat rekomendasi dari yang lain.
  4. Melangkah ke restoran Anda. Ketika brand Anda sudah menjadi top-of-mind untuk suatu produk kuliner tertentu, dan ketika kebutuhan atau rasa ingin makan bakso tersebut muncul, maka mereka akan mendatangi restoran Anda.

Jadi, digital marketing untuk bisnis kuliner tidak seperti pemasaran digital pada produk kosmetik yang hanya menampilkan foto atau grafis dan video yang “wah” saja. Jelas, ada strategi yang menjadi driver atau pendorong untuk mengarahkan pemirsa online secara bertahap untuk datang ke restoran Anda.

Penargetan Pemirsa

Penargetan iklan di FB dan IG untuk bisnis apapun merupakan faktor terpenting. Ini bukan seberapa besar jangkauan yang didapat dan dengan biaya semurah mungkin. Akan tetapi seberapa tepat target pemirsa yang dijangkau.

Banyak calon Client yang menanyakan kepada kami, dengan anggaran yang kami ajukan mereka bisa mendapatkan jangkauan yang lebih untuk bisnis kulinernya. Akan tetapi ketika saya tanyakan seberapa berkualitas orang yang dijangkau dan bagaimana cara mengukur dampaknya pada bisnis, mereka tidak bisa menjawab atau mereka beralasan bahwa tidak mungkin menanyakan pengunjung restoran satu per satu.

Dan tidak sedikit dari calon Client kami hanya bermaksud untuk mendapatkan “tutorial gratis” dalam trik-trik digital marketing. Ini tidak mengapa, hanya saja banyak pertimbangan lainnya dari apa yang normatif pada teknik digital marketing.

Oleh karena itu,  penargetan selain membutuhkan informasi buyer persona juga memerlukan skill set dan pengalaman. Skill set ini tidak hanya sekedar pengetahuan cara memasang iklan dan menargetkan saja. Akan tetapi bagaimana menajamkan target agar biaya iklan yang dikeluarkan dapat optimal.

Pengalaman Kami Memasarkan Tempat Makan Bakso Rasa Original

Baiklah, kami akan ceritakan sedikit mengenai pengalaman kami dalam memasarkan bisnis bakso dengan rasa asli di bilangan Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Raya Centex.

Sebelumnya, tempat makan bakso yang lezat dan nyaman ini membuat website bernama bersama kami dengan menggunakan nama domain BaksoPrabu.Com.

Website merupakan fondasi dasar digital marketing. Baik bakso prabu yang selalu ramai dikunjungi dari waktu ke waktu, Bakso Titoti, Bakso Samrat, Bakso Boedjangan dan Bakso Jawir pun juga memiliki website.

Tujuan dari memiliki website untuk bisnis kuliner bakso bukan hanya sekedar untuk bonafiditas brand saja. Akan tetapi website merupakan sarana branding di search engine dan sebagai basis analitik pengukuran kinerja digital marketing. Ingatlah, saluran digital tidak hanya media sosial, pengguna search engine di Indonesia ada hampir 100 juta orang. Bahkan pengguna Facebook dan Instagram pun masih lebih sedikit jika dibandingkan pengguna search engine.

Beberapa bulan kemudian, Bakso Prabu memanggil kami dengan bermaksud untuk meningkatkan brand lift. Kami melakukan brand lift dengan cara melakukan:

  • Quiz interaksi di twitter, karena ini merupakan platform yang paling aktif dan sangat terbuka.
  • Mendaftarkan bisnis bakso tersebut pada situs-situs review kuliner.
  • Melakukan content writing.
  • Meng-orkestrasikan semuanya dan mendistribusikannya secara strategis.

Hasilnya, peningkatan pengunjung website yang berasal dari search engine. Dan pencarian akan Bakso Prabu di Google juga meningkat. Ini merupakan salah satu tolak ukur kinerja dari brand lifting.

Kami banyak melakukan diskusi dengan pengelola dan pemilik bisnis tersebut. Dan yang kami dapati adalah bahwa pada akhirnya orang akan kembali ke selera awal.

Segala macam rasa bakso kekinian tersebut pada akhirnya akan mengalami tren yang menurun.

Disamping itu, kami menemukan hal-hal positif pada tempat makan bakso di Ciracas tersebut.

Seperti rasa baksonya, variasi menu, suasana dan kenyamanan, pelayanan dan bahkan proses pengolahan dan penyajian bakso. Intinya adalah, Client kami ini memang benar-benar profesional dalam menjalankan bisnis kuliner bakso.

Kinerja Brand Lift Brand Bisnis Bakso Prabu

Selain itu, untuk pencarian “bakso enak di [lokasi bisnis Client]” mulai di dominasi oleh website-website yang berisi konten artikel kami. Ini adalah salah satu teknik untuk mempengaruhi pengguna mesin pencari dan sekaligus mengarahkan mereka untuk berkunjung ke lokasi offline bisnis kuliner tersebut.

Tips Pemasaran di Era Digital

Sebetulnya di era digital sekarang ini, kita hampir tidak dapat menjual suatu produk. Begitu banyak informasi dan promosi yang diterima setiap pengguna internet.

Satu-satunya yang dapat kita tawarkan ke pemirsa online adalah pengalaman. Ini mengapa para marketing in-house yang berada dalam lingkaran rutinitas produk sering tidak berpikir ke arah ini.

Dengan menawarkan pengalaman, orang akan tertarik dan memiliki keinginan untuk mencoba.

Apalagi dalam memasarkan kuliner bakso atau kuliner apapun. Sulit sekali untuk mempengaruhi pemirsa online soal rasa. Apa yang dapat kita lakukan hanyalah sebatas meyakinkan dan mengajak mereka untuk mencoba pengalaman baru dalam hal kuliner.

Selain menawarkan pengalaman, pemasaran digital harus dilakukan secara terstruktur dengan mengkombinasikan beberapa saluran digital dan jenis content. Kami juga memproduksi video singkat untuk memberikan “virtual experience” pada para pemirsa.

Jika tidak dilakukan secara terstruktur, akun Instagram Anda akan lebih mirip sebuah pameran foto dan video makanan. Tidak menawarkan apapun, tidak memberikan manfaat apapun bagi para audiens.

Sekarang, mari kita tanyakan ke diri kita sendiri:

  • apa artinya akun Instagram yang memiliki foto/grafis/video spektakuler namun jangkauan pemirsanya sedikit?
  • apa artinya akun Instagram yang memiliki jangkauan luas tapi setelah 1 tahun belum memberikan dampak signifikan pada bisnis?

Mungkin diantara para pembaca ada yang pernah mengalami pemasaran digital yang “gembos” seperti kedua butir pertanyaan “Truth” di atas? Silahkan hubungi kami untuk bekonsultasi melalui WhatsApp.

Pin It on Pinterest

Share This