Banyak yang sanggup membuat website, tapi apakah dapat selesaikan dengan cepat dan memenuhi kebutuhan Client? belum tentu. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi web developer untuk memahamibisnis Client dalam membuat website.

Untuk dapat menyelesaikan sebuah website, ini memerlukan pengetahuan dasar digital marketing seperti inbound strategy. Keahlian ini di Indonesia masih langka, hanya agency besar yang memiliki talenta seperti itu yang notabene bayaran mereka adalah dalam hitungan jam. Tentu ini menjadi kurang terjangkau bagi bisnis rumahan atau bisnis kecil.

Dalam artikel ini, saya sebagai founder KiosMaya bermaksud untuk berikan edukasi pada seluruh penyedia jasa pembuatan website agar dapat lebih baik memberikan layanan pada Client. Jadi, bukan hanya sekedar bersaing pada harga saja, akan tetapi mari kita mulai juga persaingan yang melibatkan kualitas, agar para pengguna jasa makin untung.

Membuat Website untuk Bisnis Perlu Pahami Hal Ini

Apa yang dibutuhkan bisnis dalam pembuatan website saat ini bukan hanya sekedar untuk mempresentasikan bisnis, akan tetapi untuk dapat menghasilkan konversi. Konversi dapat berupa telepon, orang yang menghubungi via WhatsApp, atau melalui contact form.

Untuk mendapatkan penjualan secara online, setiap bisnis harus memenangkan kepercayaan. Untuk mendapatkan kepercayaan, pemirsa harus dapat kita arahkan mulai dari tentang bisnis, produk dan layanan, keunggulan produk, testimoni, hingga Call-to-Action.

“Dalam hal e-commerce atau website toko online, konversi adalah terjadinya pembelian di website”

Oleh karena itu, Inbound Strategy sangat penting untuk Anda pahami dalam membuat website untuk Client, terutama website landing page ataupun website perusahaan. Ini merupakan dasar atau prinsip dalam membuat sebuah website. Tentu Anda tidak akan dapat men-deliver atau menyelesaikan pekerjaan pembuatan website ketika tidak memliki dasar.

Ini yang menjadi alasan kenapa penting untuk memahami bisnis client untuk dapat menyelesaikan pekerjaan pembuatan website secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan Client.

Apa itu inbound strategy dan bagaimana penerapannya?

Inbound strategy adalah strategi untuk mengarahkan pemirsa agar yakin untuk mengambil keputusan secara online. Ini memerlukan langkah bertahap sebagai berikut:

  1. Awareness. Menjelaskan tentang bisnis Anda secara umum, produk dan layanan.
  2. Interest.  Menjelaskan keunggulan produk atau layanan, dan apa keuntungan untuk pelanggan atau pembeli.
  3. Decision. Memberikan penjelasan kenapa calon pembeli harus membeli dengan Anda, ini dapat berupa hal yang meningkatkan kepercayaan dan juga menampilkan testimoni atau study-case atau success-story pada bagian ini.
  4. Call-to-Action. Merupakan ajakan untuk mengambil keputusan sekarang juga. Ini dapat berupa promo dengan penekanan waktu, dapat berupa tombol hubungi atau formulir online.

Perlu Anda pahami pada intinya setiap bisnis hadir untuk memberikan solusi. Bisnis apapun itu, bahkan bisnis bakso sekalipun hadir untuk berikan solusi atas kebutuhan makan dan rasa lapar serta selera.

Secara singkat, inbound strategy ini pada awalnya Anda menyampaikan masalah yang ditemui oleh para calon pelanggan, dan kemudian perlahan berikan solusi serta meyakinkan pemirsa bahwa bisnis Anda merupakan bisnis yang tepercaya dan dapat diandalkan. Tanpa konteks ini, sebuah website tidak akan efektif, terlepas dari apa bentuknya dan berapa biayanya mau murah atau mahal sekalipun.

Cara Penerapan

Dalam membangun sebuah website, kami menggunakan DIVI Builder dari Elegant Themes agar proses lebih cepat dan mendapatkan hasil yang lebih baik (responsive, animasi, dan sebagainya).

Untuk memulai, kami selalu mendefinisikan secarqa default untuk tahapan inbound pada section-section yang ada. Terutama untuk sebuah landing page, kami bagi pada 4 section (section yang berwarna biru) mulai dari Awareness hingga Call to Action.

Setiap section terdiri dari baris. Dengan DIVI setiap baris dapat berisi beberapa kolom dengan beberapa perbandingan ukuran.

Anda dapat memilih layout kolom sesuai kebutuhan. Kemudian setiap kolom dapat kita sisipkan modul atau elemen (jika di elementor). Ada 38 modul standard yang tersedia ketika kita menggunakan DIVI.

Kemudian, mulailah mengisi setiap modul atau elemen tersebut, baik dengan gambar, teks dan sebagainya. Kemudian design setiap modul tersebut, termasuk font, alignment, animasi dan sebagainya.

Setelah itu, Anda dapat menyesuaikan tampilan website untuk perangkat mobile. Anda dapat masuk ke “pandangan mobile” di pojok kiri bawah pada mode edit langsung di halaman website.

DIVI secara khusus telah menyediakan semua modul yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah website yang dapat memenuhi syarat dan kualitas website untuk digital marketing.

Pada akhirnya, dengan pemahaman bisnis Client, mengetahui apa pain-point dan solusi serta nilai kompetitif atau keunggulan produk dan layanan dari Client jasa website Anda, dan juga menggunakan DIVI Builder, seluruh pekerjaan dapat selesai lebih cepat.

Bagaimana Jika Ada Koreksi Dari Client?

Tanpa mock-up design yang disetujui, tentu memang agak sulit. Namun dalam jasa pembuatan website yang ringan seperti jasa website landing page yang kami berikan, kami selalu menanyakan ke Client terlebih dahulu untuk tampilan website seperti apa.

Kemudian kita dapat sesuaikan dengan cepat apa yang Client inginkan. Dengan demikian, developer web dapat memenuhi keinginan Client dengan cepat dan memuaskan. Ini intinya, jadi bukan dari sisi harga murah atau mahal dalam membuat website saja.

Untuk membuat sebuah landing page kami hanya membutuhkan waktu berapa jam saja jika info bisnis dan produk client sudah ada. Sebagai penyedia jasa pembuat website, KiosMaya sangat menyadari pentingnya memahami bisnis Client.

Sekedar info, di luar negeri seperti Australia, biaya pembuatan website landing page sekitar USD 1100 atau sekitar Rp. 15 juta per tahun, dengan kualitas seperti landing page yang kami buatkan untuk para Client;). Ini semata-mata untuk terus mendukung bisnis UKM di Indonesia.

Baca juga mengenai: Apa yang perlu disiapkan sebelum bikin website.

 

Pin It on Pinterest

Share This